← Kembali ke Ruang Keilmuan
Fiqih Sehari-hari

Panduan Adzan dan Iqamah: Tata Cara, Lafadz & Adab Menjawab Panggilan

إِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ

"Apabila waktu shalat telah tiba, hendaklah salah seorang di antara kalian mengumandangkan adzan dan hendaklah yang paling tua di antara kalian mengimami shalat. (HR. Bukhari)"

Adzan adalah panggilan suci yang menandakan masuknya waktu shalat fardhu dan seruan agung mengajak kaum muslimin meraih kemenangan (falah).

Adab dan panduan muadzin serta warga pendengar:

1. Syarat Muadzin: Muslim, berakal, suci dari hadats, menghadap kiblat, dan melantunkan adzan dengan tartil dan suara yang jelas.

2. Adab Mendengar Adzan: Menghentikan obrolan sejenak, mendengarkan dengan khusyuk, dan mengulang setiap lafadz yang dikumandangkan muadzin.

3. Khusus saat muadzin menyerukan:

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ

Pendengar menjawab dengan ucapan hauqalah:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

"Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

4. Doa Sesudah Adzan:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

"Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang senantiasa didirikan, anugerahkanlah kepada junjungan kami Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta tempatkanlah ia pada kedudukan mulia yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji."

Waktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu momentum paling mustajab untuk memperbanyak doa.

📚 Kitab / Rujukan Referensi: Shahih Al-Bukhari no. 628, Kitab Al-Adzan