"Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku. Teguhkanlah kekuatanku dengan (adanya) dia, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku. (QS. Thaha: 29-32)"
Nabi Harun 'Alaihissalam adalah kakak kandung Nabi Musa yang dikaruniai lisan yang sangat fasih, tutur kata santun, dan hati yang teduh. Ketika Nabi Musa memohon kepada Allah seorang pendamping untuk menghadapi tirani Fir'aun, Allah mengabulkannya dengan mengangkat Harun sebagai nabi dan wazir (mitra perjuangan).
Peran Nabi Harun sangat menonjol saat ditinggal Nabi Musa bermunajat di Gunung Sinai selama 40 hari. Ketika Samiri menyesatkan Bani Israil dengan membuat patung anak sapi dari emas, Nabi Harun dengan sekuat tenaga menasihati kaumnya agar tidak musyrik dan berupaya sekuat daya menjaga persatuan agar tidak terjadi perang saudara yang menumpahkan darah.
Hikmah bagi Warga:
1. Menjadi juru damai dan peredam perselisihan di lingkungan bertetangga.
2. Menggunakan bahasa yang santun, sejuk, dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
3. Menjunjung tinggi persatuan dan keharmonisan di atas perpecahan golongan.